Friday, October 12, 2012

Dua Cangkir Teh di Teras Rumah

Judul postingannya udah kayak judul cerpen atau novel, gak? Hehehe :p Tapi itu bukan judul novel yang akan saya tulis di NaNoWriMo 2012 nanti, lho.

Cuma mau bilang bahwa iklan teh kantong yang ada di TV itu, yang memperlihatkan keromantisan sepasang suami-istri 'berkat' nge-teh merek tersebut di malam hari, menurut saya bukanlah hiperbola. Karena saya dan suami sudah membuktikan sendiri bagaimana romantisnya minum teh berdua pasangan di malam hari, terlepas dari apa pun merek tehnya.



Ini pertama kalinya kami minum teh berdua (plus sepiring kecil potongan buah mangga) di teras rumah pada malam hari, saat The Daughter sudah terlelap (dan di tengah rintik-rintik gerimis). Sebelum-sebelumnya kami lebih memilih menikmati cappuccino instan.

Berapa pun usia pernikahannya, pasangan suami-istri, saya yakin, butuh yang namanya us-time. Berdua saja. Tak harus dengan ditemani teh atau kopi, meskipun tak bisa dipungkiri bahwa adanya minuman hangat mampu menjadi 'ice breaker' di antara si pasangan. Adanya minuman (dan/atau kudapan), secara 'ajaib', juga mampu melancarkan obrolan di antara suami dan istri.

Saya bersyukur kami masih bersedia meniatkan diri untuk sesekali nongkrong berdua di teras rumah untuk minum kopi/teh (walau pernah juga gagal gara-gara ada ular lewat di depan rumah dan gara-gara suami malah jadi ngobrol sama tetangga yang lewat). Ini bukan soal minumnya atau lokasinya, tapi soal DENGAN SENGAJA berniat untuk meluangkan us-time. Sesibuk-sibuknya suami dan istri, tapi kalau sudah mau meniatkan sesuatu demi quality time dengan pasangan, insya Allah setelahnya niatnya dilancarkan.

Sudah (pernah)-kah Anda nge-teh atau ngopi berdua saja bersama pasangan Anda for the sake of just being with the two of you? :)

2 comments:

  1. ampir tiap hari kak :p

    jadi teringat sebuah kalimat:

    "Respect the people who find time for you in their busy schedules, but love the people who never look at their schedules when you need them"

    susah juga sih memberlakukan kalimat itu tu. Kalo lagi perlu suami tapi suami lagi kerja, kan repot hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Love that line, Dinie :)

      Lebih susah lagi memberlakukan kalimat di atas kalo suaminya sering lama ke luar kota *curhat lagi, hahaha* :D

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...