Selain membuat
daftar target amalan Ramadhan 2012, semenjak bulan Mei lalu saya pun mulai mendaftar dan melakukan beberapa persiapan menyambut Ramadhan dan Lebaran 2012 (tentunya
a la profesi saya sebagai
'domestic goddes').
Membaca ulang referensiSaya keluarkan dan baca lagi segala macam artikel yang pernah saya simpan -- mulai dari artikel tentang ibadah puasa, tentang zakat, tentang Idul Fitri, sampai tentang prinsip menyiapkan dan mengkonsumsi makanan sehat selama Ramadhan dan Lebaran. Saya bahkan membaca ulang buku tuntunan
shalat untuk men-cek dan ricek bahwa ibadah bersuci dan
shalat yang saya lakukan selama ini sudah tepat sesuai
syara'.
Membuat daftar menuHal ini pernah saya lakukan di Ramadhan 2009 lalu, ketika saya dan suami masih di awal pernikahan kami. Membuat daftar bahan makanan dan daftar nama masakan ternyata lumayan memudahkan saya untuk kemudian membuat daftar rencana menu sahur dan berbuka setiap harinya selama Ramadhan. Selain itu, saya juga membuat daftar rencana menu Lebaran (terbagi menjadi 3 kategori --
meal,
sweets, dan
savory). Rencana tersebut pun bisa mengefisienkan belanja dapur.
Untuk memudahkan, di setiap nama masakan, saya tuliskan juga sumber resepnya (soalnya untuk hal ini saya belum terlalu terorganisir -- dokumentasi koleksi resep yang saya miliki masih bertebaran di beberapa tempat, entah itu buku tulis, kertas corat-coret,
file komputer, maupun lembaran resep asli dari majalah).
Yang juga penting adalah membuat daftar stok bahan makanan yang sebaiknya disediakan (misalnya stok merica, stok tepung terigu, dsb.). Termasuk dalam hal ini menyediakan stok bahan makanan yang bisa langsung dimasak (kaldu, bakso, sosis,
nugget -- demi menghindari asupan bahan pengawet dari produk serupa yang dijual di pasaran, untuk semua ini saya berencana untuk membuat sendiri beberapa hari sebelum Ramadhan).
Sebisa mungkin saya pun selalu mengingatkan diri saya sendiri tentang
prinsip menyederhanakan makanan dan minuman selama Ramadhan (karena biasanya saya dan kebanyakan dari kita justru bersikap sebaliknya kalau sudah bertemu Ramadhan, saking semangatnya).
Membuat daftar barang-barang yang diperlukanKalau dibuat daftar serius, pastinya banyak yang menurut saya diperlukan -- dan diinginkan (dandang baru,
oven,
dispenser kaca,
kitchen scale baru, dsb.), tapi berhubung saat ini saya sedang tidak berpenghasilan, saya tidak berani minta macam-macam dari suami.
Satu yang sudah kami beli, sesuai dengan kesepakatan bersama, adalah satu set (isi setengah lusin) cangkir dan
saucer-nya (dengan harga gak sampai 40 ribu rupiah). Karena sudah banyak sekali gelas koleksi kami yang pecah (padahal semuanya adalah hadiah pernikahan kami dulu), cangkir ini penting untuk dibeli (cangkir cocok untuk minuman hangat maupun dingin, dan
saucer-nya juga multifungsi, tidak hanya bisa digunakan sebagai tatakan cangkir).

Prioritas berikutnya yang sudah kami rencanakan adalah membeli karpet dengan harga
sale untuk ruang tamu kami.
Sebelumnya saya pernah bercerita bahwa kami bertiga tidur sama-sama di ruang tamu dengan kasur kecil di atas karpet. Beberapa waktu lalu saya memutuskan untuk kembali memfungsikan kamar tidur kami dan memindahkan apa yang ada di ruang tamu ke dalam kamar. Supaya tidak kosong total, setidaknya kami memerlukan selembar karpet untuk alas duduk yang beradab di ruang tamu.
Membuat daftar bersih-bersihRamadhan adalah bulan yang istimewa, karenanya tentu saja akan lebih
'afdhol' kalau kami sekeluarga menyambutnya dengan rumah yang bersih dan rapi. Tapi sejauh ini baru sedikit yang saya dan suami lakukan, salah satunya adalah beres-beres kamar tidur dan ruang tamu. Isi lemari pakaian masih berantakan, dapur masih berupa
a big mess, kamar mandi pun sudah mulai licin karena lama tak disikat.
Pengennya sih beres-beres dan bersih-bersih langsung secara besar-besaran untuk setiap ruangan, tapi dengan adanya seorang anak usia satu tahun yang begitu menuntut perhatian,
doing one thing at a time sepertinya akan jauh lebih mudah.
Bagaimana persiapan Ramadhan dan Lebaran a la
rumah tangga Anda tahun ini?